Ann Arbor, Dibandingkan ras lainnya, wanita Afrika sebenarnya lebih jarang terserang kanker payudara. Namun ras ini lebih rentan terhadap salah satu tipe paling ganas dari kanker tersebut karena faktor genetis.
Tipe kanker yang dimaksud adalah kanker payudara tripel negatif, yang dalam pengujian memberikan hasil negatif pada 3 penanda spesifik. Ketiga penanda yang dimaksud adalah reseptor estrogen, reseptor progesteron dan HER-2/neu.
Berdasarkan sebuah penelitian di University of Michigan, tipe ini ditemukan pada 82 persen wanita penderita kanker payudara di Afrika. Jauh lebih tinggi dibandingkan pada wanita Amerika kulit putih yang hanya 16 persen dan wanita Afro-Amerika 26 persen.
Dalam penelitian tersebut, partisipan yang terlibat terdiri dari 581 penderita kanker payudara Afrika dan 1.008 wanita kulit putih di Henry Ford Health System di Detroit. Selain itu, peneliti juga mengamati 75 pasien wanita di sebuah rumah sakit di Ghana.
Jika penelitian sebelumnya mengatakan bahwa wanita Afrika lebih jarang terserang kanker payudara, maka temuan ini cukup mengejutkan. Sebab di antara yang terdiagnosis, bila dibandingkan dengan ras lainnya maka penderita kanker payudara asal Afrika cenderung mengalaminya pada usia lebih muda dan dengan jenis tumor yang lebih ganas.
Dikutip dari Sciencedaily, Jumat (23/7/2010), peneliti mendapati bahwa sebagian besar pasien yang diamati di Ghana mengidap kanker payudara tripel negatif. Tipe ini sering dikaitkan dengan kelainan genetik yang menyebabkan mutasi pada gen BRCA1.
"Nenek moyang bangsa Afrika mungkin mewariskan gen yang menyebabkan para wanita lebih rentan pada jenis kanker tertentu. Kami berharap bisa mengembangkan penanda biologis yang berguna untuk menilai faktor risiko kanker payudara tripel negatif," ungkap Newman, salah satu penliti yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Sebelumnya, berbagai penelitian telah banyak mengaitkan risiko kanker payudara dengan faktor genetis. Wanita dari etnis Yahudi Ashkenazi misalnya, termasuk salah satu etnis yang mewarisi risiko lebih tinggi terhadap kanker payudara.
Tipe kanker yang dimaksud adalah kanker payudara tripel negatif, yang dalam pengujian memberikan hasil negatif pada 3 penanda spesifik. Ketiga penanda yang dimaksud adalah reseptor estrogen, reseptor progesteron dan HER-2/neu.
Berdasarkan sebuah penelitian di University of Michigan, tipe ini ditemukan pada 82 persen wanita penderita kanker payudara di Afrika. Jauh lebih tinggi dibandingkan pada wanita Amerika kulit putih yang hanya 16 persen dan wanita Afro-Amerika 26 persen.
Dalam penelitian tersebut, partisipan yang terlibat terdiri dari 581 penderita kanker payudara Afrika dan 1.008 wanita kulit putih di Henry Ford Health System di Detroit. Selain itu, peneliti juga mengamati 75 pasien wanita di sebuah rumah sakit di Ghana.
Jika penelitian sebelumnya mengatakan bahwa wanita Afrika lebih jarang terserang kanker payudara, maka temuan ini cukup mengejutkan. Sebab di antara yang terdiagnosis, bila dibandingkan dengan ras lainnya maka penderita kanker payudara asal Afrika cenderung mengalaminya pada usia lebih muda dan dengan jenis tumor yang lebih ganas.
Dikutip dari Sciencedaily, Jumat (23/7/2010), peneliti mendapati bahwa sebagian besar pasien yang diamati di Ghana mengidap kanker payudara tripel negatif. Tipe ini sering dikaitkan dengan kelainan genetik yang menyebabkan mutasi pada gen BRCA1.
"Nenek moyang bangsa Afrika mungkin mewariskan gen yang menyebabkan para wanita lebih rentan pada jenis kanker tertentu. Kami berharap bisa mengembangkan penanda biologis yang berguna untuk menilai faktor risiko kanker payudara tripel negatif," ungkap Newman, salah satu penliti yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Sebelumnya, berbagai penelitian telah banyak mengaitkan risiko kanker payudara dengan faktor genetis. Wanita dari etnis Yahudi Ashkenazi misalnya, termasuk salah satu etnis yang mewarisi risiko lebih tinggi terhadap kanker payudara.
Sumber : Detikhealth
foto : 2.bp.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar